Setiap tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan guna mengingat peristiwa pertempuran di Surabaya antara pejuang kemerdekaan Indonesia yang dipimpin oleh Bung Tomo melawan pasukan NICA. 

Tentunya bangsa yang besar adalah bangsa yang senantiasa menghargai  jasa para pahlawan bangsanya. Bung Karno pernah menyatakan negara yang besar adalah yang tidak melupakan jas merah (jangan sekali-kali melupakan sejarah). Hal ini tentu wajib kita warisi dan junjung tinggi  sebagai nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia. 

Kiwari, di zaman modern, apakah peran kita yang sesungguhnya bagi kemajuan Indonesia? Tentunya minimal bilamana menjadi pahlawan bagi bangsa dan negara terlalu berat, setidaknya kita mau dan mampu menjadi  pahlawan bagi diri sendiri, keluarga, dan perusahaan. 

Sebagai bagian dari keluarga besar ATEJA, maka pahlawan dimaknai melalui kerja tuntas, sikap mental positif, dan bersungguh-sungguh meraih kemajuan, bertanggung jawab, serta mencurahkan tenaga, waktu, dan pikiran di tempat kerja, guna berbuat yang terbaik bagi diri sendiri, keluarga, perusahaan, dan bangsa. 

Sebagai seorang kepala keluarga dan/atau ibu rumah tangga serta siapa  pun, mari kita berbuat yang terbaik di bidang kita masing-masing guna meraup hari ini yang lebih baik daripada kemarin dan esok lusa lebih baik lagi daripada hari ini. Marilah kita terus belajar, belajar, dan belajar, tidak berpuas diri dengan apa yang telah kita ketahui dan kerjakan namun selalu “haus” meraih yang terbaik dan selangkah di depan. Kita dapat belajar dari siapa pun dan dengan cara apa pun. Jangan tanyakan apa yang perusahaan akan berikan kepada kita namun tanyakanlah apa yang dapat kita berikan yang terbaik bagi perusahaan dan bangsa? Niscaya kita akan menjadi “pahlawan-pahlawan” bagi diri sendiri maupun keluarga. 

****** 

Roebing Gunawan Budhi (GA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here